3/30/19

author photo

Segala perusahaan teknologi berhasil akhir-akhir ini ini punyai satu kesamaan: poin malah yang mereka ciptakan dari “bit” jauh lebih besar dibanding dari “atom”. Izinkan aku memparkan lebih dalam perihal pembahasan ini.

Bit melawan atom

Atom merupakan aset lahiriah yang dimiliki suatu bisnis, seperti persediaan barang dagang, properti, infrastruktur, dan karyawan. Bit merupakan aset komputerisasi atau tidak berwujud, termasuk software dan kekayaan intelektual.

Bit punyai kesanggupan disrupsi yang jauh lebih besar. Mereka bisa didistribusikan dengan lebih pesat, ditingkatkan skalanya dengan lebih gampang, dan juga memerlukan tarif lebih tidak mahal dibanding atom (per unit penjualan). Perusahaan yang konsentrasi terhadap bit untuk menghasilkan poin malah bisa mewujudkan rasio antara penghasilan kepada investasi yang lebih tinggi.

Walaupun demikian, raih laba terhadap hakikatnya hanya dampak samping dari taktik konsentrasi terhadap bit. Tujuan utamanya merupakan membangun product yang inovatif dan efisien, meningkatkan pengalaman pengguna, dan juga menghemat tarif.
Perusahaan startup merambah sektor agrobisnis
Perusahaan startup merambah sektor agrobisnis
Perusahaan-perusahaan teknologi besar jelas perihal ini. Mereka memusatkan taktik investasi tiap-tiap terhadap bit, dan juga menjauhkan dari atom. Walaupun mereka melaksanakannya dengan tanpa jelas malah, harapan untuk raih laba lebih tinggi sudah menasehati mereka ke arah yang sama.

Coba simak Apple. Bisnis utamanya seolah produksi bermacam-macam gawai lahiriah, namun laba mereka yang sebenarnya mampir dari aset tidak berwujud: merk yang familiar, komputasi awan, App Store, iTunes, dan tentu saja iOS.

Amazon terhadap awalnya bercita-cita untuk memasarkan buku lahiriah, namun beberapa besar penghasilan—serta porsi kontribusi kepada laba—mereka terhadap ketika ini mampir dari penawaran-penawaran tidak bersifat seperti Amazon Website Services, Marketplace, Prime, dan Kindle.


Saat merupakan pembelajaran penting bagi para founder perusahaan teknologi. Bagus merancang figur dan taktik usaha startup, para pendiri kudu mengantarai atom dan bit yang dimiliki. Pada masa-masa permulaan bisnis, mereka kemungkinan kudu bertumpu terhadap atom untuk menetapkan kwalitas dan efisiensi, seperti yang dahulu dikerjakan Apple dan Amazon.

Seiring pertumbuhan perusahaan, tujuan utama perusahaan kudu berganti ke arah outsourcing dan digitalisasi aset secara pelan. Beberapa pasar maupun penduduk senantiasa mencari metode-metode yang lebih efisien untuk menerima poin tambah, dan perusahaan yang konsentrasi terhadap bit bisa mencukupi keperluan ini secara lebih gampang.

Jangan salah sangka dahulu. Pada walhasil, kita hidup di dunia atom. Membuat besar perihal yang kita anggap berharga mempunyai “format” dibanding “berita”. Hal yang kudu kau jalankan merupakan:

Saat usaha perusahaan condong terhadap bit untuk menggerakkan atom, serta
mempunyai tarif variabel yang berkaitan dengan atom seminimal mungkin.
Kendalikan atom untuk memegang kwalitas
Bagus ada perusahaan baru memperebutkan pangsa pasar, kwalitas dari product atau layanan yang di tawarkan jauh lebih penting daripada laba perusahaan. Pengguna baru tidak mau berpaling dari pemain besar ke startup anyar yang cuma menawarkan product tepat-pasan.

Kendali yang lebih ketat terhadap atom kemungkinan dibutuhkan untuk menetapkan kwalitas tinggi di masa-masa permulaan perusahaan. Inilah kenapa Apple mengawali bisnisnya dengan mempunyai sendiri nyaris segala pabrik. Saat jadi perusahaan besar seperti terhadap ketika ini, mereka baru mengontrak perusahaan-perusahaan lain untuk mengerjakan cara kerja manufaktur.

Bagus startup raih berhasil dan menjelang umur matang, mereka dapat mulai mengerjakan outsourcing dan mempunyai lebih sedikit aset berwujud, seperti yang dikerjakan Apple.

Ninja Van, perusahaan logistik yang menerima pendanaan dari kita (Monk’s Hill Ventures) terhadap 2015, merupakan teladan lain dari taktik usaha ini. Bagus Ninja Van berekspansi ke suatu kota baru, mereka mengerjakan pembatasan kwalitas terhadap layanan yang ditawarkan.

Mereka merekrut sendiri karyawan dan menyewa segera armada truk dan sepeda motor untuk mengerjakan pengiriman barang. Seiring waktu, mereka mulai berprofesi mirip dengan pihak-pihak ketiga untuk membikin bisnisnya sanggup beroperasi dengan kuantitas aset lebih sedikit.

Saat dari aset komputerisasi

Atom mempunyai kekuatan tarik tinggi sebab mereka mempunyai poin yang relatif stabil. Di lain sisi, perihal yang sanggup memunculkan disrupsi pasar secara luas dan membikin startup jadi unicorn merupakan bit.

Bagus aku dan seorang co-founder membangun Mperusahaan, terhadap dasarnya kita berupaya merubah suatu usaha yang bertumpu terhadap atom—iklan untuk diri sendiri—menjadi sesuatu yang lebih gampang dimaksimalkan dan juga terdiri dari bit yang efisien. Sama halnya terhadap sektor transportasi.

Ada banyak perusahaan logistik dan transportasi sebelum saat Uber. Mereka mengerjakan investasi besar untuk meningkatkan kuantitas armada dan truk. Uber sanggup berkembang jadi sebuah perusahaan transportasi besar tanpa mengeluarkan tarif belanja modal tinggi, hanya sebab mereka sukses mengerjakan efisiensi cara kerja pengorderan tumpangan secara komputerisasi.

Startup yang konsentrasi terhadap bit punyai potensi untuk bercahaya di Asia Tenggara, sebab biasanya perusahaan konvensional masih menganut figur operasi yang konsentrasi terhadap atom. Siapa yang sanggup menghadirkan penemuan kreatif punyai kans untuk berhasil.
Kadang pemerintah lokal dapat memberikan hambatan terhadap perusahaan-perusahaan yang konsentrasi di dunia komputerisasi. Malah, para kastemer di Indonesia, Thailand, dan Vietnam haus dapat efisiensi dan kecepatan layanan. Mereka condong pesat mengadopsi popularitas komputerisasi yang baru timbul.

Perusahaan yang mempunyai sedikit aset lahiriah bisa memaksimalkan usaha dengan lebih gampang. Saat termasuk unsur penting bagi perusahaan yang melaksanakan usaha di region dengan pertumbuhan ekonomi tinggi, seperti Asia Tenggara.

Wacana ini tidak cuma berlaku di ekosistem startup teknologi. Beberapa perusahaan-perusahaan yang berbisnis di dunia nondigital termasuk tengah mencari metode untuk mengerjakan “perampingan”. Saat sebuah perusahaan menerima laba dari memasarkan barang lahiriah, perusahaan hal yang demikian dapat mencari metode untuk memasarkan barang secepat kemungkinan sehingga tak mengendap benar-benar lama di gudang.

Makin banyak perusahaan bergerak ke dunia virtual untuk kurangi atom di portofolio investasi masing-masing. Strategi di antaranya kurangi kuantitas karyawan demi mengejar struktur yang ramping.

Bit dan taktik

Sederet startup berhasil dari Asia Tenggara dapat berjaya sebab sudah menemukan metode untuk mengarungi dunia lahiriah sambil konsisten konsentrasi terhadap bit masing-masing. Di samping berkhasiat dalam membangun dan mengelola aset-aset komputerisasi, menghasilkan bit dan atom sebagai dasar anggapan bisa menolong entrepreneur mengambil ketentuan investasi selagi dan tarif yang bersifat strategis.

Bagus mengelola atom malah, pola pikir dan teknologi komputerisasi lah yang jadi harus landasan untuk mengatur arah atom hal yang demikian. Malah ini dapat mempersiapkan perusahaan untuk bertransformasi ke arah komputerisasi dan era depan yang lebih menguntungkan.

Mengoptimalkan poin merupakan filosofi yang kudu kau jadikan landasan dalam usaha menyeimbangkan faktor atom dan bit.

Beberapa dalam faktor rekrutmen karyawan yang berkutat di dunia atom sekalipun, pola pikir bit versus atom sanggup memberikan pandangan baru. Karyawan merupakan atom, jadi para entrepreneur kudu merekrut kandidat-kandidat paling baik jika mau menyusun struktur organisasi yang sanggup mengeluarkan potensi penuh para anggotanya.

Pertimbangkan apa yang dapat didonasikan oleh tiap-tiap karyawan baru. Makin tepat sasaran karyawan hal yang demikian, makin lama sedikit perusahaan memerlukan member regu. Dengan kata lain, makin lama banyak karyawan yang kau butuhkan untuk mewujudkan satu miliar rupiah, kesanggupan yang dapat kau tuntut dari para karyawan hal yang demikian termasuk makin lama standar.

Mengoptimalkan poin merupakan filosofi yang kudu kau jadikan landasan dalam usaha menyeimbangkan faktor atom dan bit. Bagus membangun bisnis, para founder tidak cuma kudu menawarkan poin malah baru terhadap pasar, namun termasuk melaksanakannya dengan efisien dan menghemat tarif.

 demi memaksimalkan usaha, konsentrasi terhadap faktor bit termasuk menolong para entrepreneur untuk menghasilkan product atau cara inovatif yang bisa memberikan pengalaman lebih bagus terhadap para konsumen.  para founder mulai berkhayal inspirasi untuk membangun bisnis, mereka kudu mencatat segala atom dan bit yang dimiliki, berikan poin untuk tiap-tiap aset, dan juga mengejar struktur perusahaan yang ramping di era depan.

Next article Next Post
Previous article Previous Post